Ini Rencana Anies Baswedan Selanjutnya,Setelah Kasus Covid-19 DKI Turun

Kandroid.com -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta sekarang sudah cukup terkendali. Hal ini menyusul turunnya kasus aktif yang berimbas pada lowongnya fasilitas kesehatan di 140 rumah sakit di Jakarta.


Anies punya rencana besar setelah terjadinya penurunan kasus di Jakarta. Adapun target pertama yang dibidiknya adalah melakukan pemerataan vaksinasi yang menyasar sebanyak-banyaknya masyarat Jakarta maupun non DKI yang berdomisili atau bekerja di Ibu Kota. Dia tidak menyebutkan angkanya secara gamblang.

“Iya (rencana) nomor satu yang harus kita tuntaskan vaksinasi dulu ya,” kata Anies Baswedan di akun Instagram-nya @aniesbaswedan dikutip Akurat.co, Jakarta, Sabtu (14/8/2021).


Saat ini capaian vaksinasi di Jakarta tembus 12.592.336  jiwa. Itu artinya sudah melampaui target yang dipasang pemerintah pusat yang meminta 7,7 juta jiwa warga DKI mesti divaksin hingga akhir Agustus 2021 ini.

Dari jumlah itu, total penerima vaksin dosis satu saat ini sebanyak 8.771.557. Sedangkan, total dosis dua kini mencapai 3.820.779.


Capaian vaksinasi untuk anak usia 12 hingga 17 tahun, untuk dosis satu telah dilakukan sebanyak 74,6 persen dan untuk dosis dua sebanyak 13,8 persen

Sedangkan warga usia 18-59 tahun, untuk dosis satu telah dilakukan sebanyak 103,2 persen dan vaksinasi dosis dua sebanyak 43,1 persen. Pada kelompok lansia, vaksinasi dosis satu telah dilakukan sebanyak 84,0 persen dan vaksinasi dosis dua sebanyak 71,2 persen.
“Karena buat semuanya vaksinasi ini penting, karena kita tahu bahwa wabahnya masih ada,” katanya lagi.

Menurut Anies, vaksinasi sangat penting dalam memerangi Covid-19 di DKI. Diakuinya, vaksin memang bukan bertujuan mencegah penularan corona, tetapi dengan imunisasi fatalitas seperti ancaman kematian bisa diminimalkan ketika terpapar Covid-19.  

“Karena itulah kenapa kita menganjurkan kepada semua untuk vaksinasi, kecuali mereka-mereka yang memang punya kondisi medis yang tidak memungkinkan. Misalnya ada autoimun yang berat, itu tidak memungkinkan untuk vaksin sekarang harus menunggu sampai ada vaksin-vaksin tertentu yang boleh,” tuturnya.


“Nah! Kami menganjurkan supaya lebih terlindungi, jadi nanti ketika kita bicara tentang langkah berikutnya nih, apapun situasinya bekali dengan vaksin,” katanya menambahkan.


Dari jumlah itu, total penerima vaksin dosis satu saat ini sebanyak 8.771.557. Sedangkan, total dosis dua kini mencapai 3.820.779.


Capaian vaksinasi untuk anak usia 12 hingga 17 tahun, untuk dosis satu telah dilakukan sebanyak 74,6 persen dan untuk dosis dua sebanyak 13,8 persen.


Sedangkan warga usia 18-59 tahun, untuk dosis satu telah dilakukan sebanyak 103,2 persen dan vaksinasi dosis dua sebanyak 43,1 persen. Pada kelompok lansia, vaksinasi dosis satu telah dilakukan sebanyak 84,0 persen dan vaksinasi dosis dua sebanyak 71,2 persen.
“Karena buat semuanya vaksinasi ini penting, karena kita tahu bahwa wabahnya masih ada,” katanya lagi.


Menurut Anies, vaksinasi sangat penting dalam memerangi Covid-19 di DKI. Diakuinya, vaksin memang bukan bertujuan mencegah penularan corona, tetapi dengan imunisasi fatalitas seperti ancaman kematian bisa diminimalkan ketika terpapar Covid-19.  

“Karena itulah kenapa kita menganjurkan kepada semua untuk vaksinasi, kecuali mereka-mereka yang memang punya kondisi medis yang tidak memungkinkan. Misalnya ada autoimun yang berat, itu tidak memungkinkan untuk vaksin sekarang harus menunggu sampai ada vaksin-vaksin tertentu yang boleh,” tuturnya.


“Nah! Kami menganjurkan supaya lebih terlindungi, jadi nanti ketika kita bicara tentang langkah berikutnya nih, apapun situasinya bekali dengan vaksin,” katanya menambahkan.

Sumber.surat.co

Check Also

Benyamin Ahmed, Bocah 12 Tahun yang Hasilkan Rp5,7 Miliar dalam 2 Bulan

Kangdroid.com-Pembuat kode berusia 12 tahun bernama Benyamin Ahmed dari London menghasilkan 400.000 dolar AS atau Rp5,7 miliar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *