Tes Swab Antigen Negatif Tetapi Alami Anosmia, Begini Penjelasan Ahli Dokter

Anosmia atau gangguan penciuman menjadi satu di antara gejala seseorang terinfeksi Covid-19.

Namun bagaimana jika alami Anosmia tapi saat melakukan tes antigen dan PCR hasilnya malah negatif?

Menurut dr Santi, ada hal yang perlu diperhatika.

Pertama jika melakukan antigen, maka lakukan tes ulang.

Karena, antigen belum seakurat tes PCR. 

Apa lagi jika hasil negatif namun pernah kontak erat dengan pasien Covid-19.

Maka itu tidak bisa disingkirkan kemungkinan menderita Covid-19

“Biasanya antigen negatif ditunggu beberapa hari 3-5 kemudian di ulang lagi. Dianjurkan tes PCR. Nanti dilihat tes akhirnya itu apa,” ungkapnya pada kanal YouTube Sonora FM, dikutip Tribunnews, Sabtu (14/8/2021). 

Selama menunggu hasil tes keluar, dr Santi menyarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

Dengan tujuan menjauhkan diri dari kemungkinan menularkan infeksi Covid-19 pada orang lain.

Selain itu dr Santi juga menyarankan untuk melakukan terapi latihan penghidu. Atau bisa juga mengonsumsi suplemen berupa Omega 3. 

Atau bisa juga menggunakan obat semprot hidung steroid.

Namun, harus konsultasi dengan dokter sebelumnya.

Di sisi lain, dr Santi memaparkan adanya kemungkinan lain alami Anosmia meski hasil tes negatif.

Yaitu menderita infeksi di daerah telinga hidung dan tenggorokan (THT) atau ada trauma dan pembengkakan pada THT yang menyebabkan gangguan. 

“Lihat aja dalam perkembangan beberapa hari. Setelah melakukan terapi, konsumsi suplemen, istirahat, namun masih mengalami anosmia, hubungi tenaga kesehatan untuk mendapatkan konsultasi dan terapi lebih lanjut,” pungkasnya.

sumber.tribunnews.com









Check Also

Lihat klasemen MotoGP 2021 usai Balapan Dramatis di Austria

.Rider Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo terus meninggalkan rival pada persaingan MotoGP 2021. Padahal dia hanya menempati peringkat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *